Tiket Masuk Situ Cisanti

Tiket masuk Situ Cisanti – Untuk sobat traveler semua yang kebetulan sedang mencari info-info tentang Situ Cisanti, atau sedang mencari info tentang wana wisata alam disekitar Bandung Selatan, maka semoga info ini bisa menjadi referensi untuk sobat semua.

Jadi tanggal 6 desember 2015 silam, saya (admin) berkesempatan mengunjungi tempat wisata Situ Cisanti. Awalnya, sebenarnya admin memang tidak ada rencana untuk pergi ke sini, tapi kebetulan di hari tersebut admin kedatangan seorang teman yang kebetulan sedang libur dari pekerjaanya, dan ngajak jalan-jalan buat refreshing.

Ngalor ngidul kita ngobrol, akhirnya setuju buat ngunjungi Wana wisata Situ Cisanti di Desa Tarumajaya Kecamatan Kertasari. Kebetulan teman saya tersebut sudah bertahun-tahun tidak berkunjung kesana, dan saya’pun excited menanggapi ajakan tersebut. (Ini juga yang melatar belakangi admin membuat web Situ Cisanti)

Sebelum pergi, iseng-iseng deh nyari info tentang Situ Cisanti. Seperti rute menuju Situ Cisanti, apakah mau lewat Pangalengan atau mau lewat Ciparay, dan akhirnya memutuskan lewat Ciparay saja. Lalu kemudian nyari info juga tentang harga tiket masuk Situ Cisanti. Lihat di web ada yang bilang 7500, ada juga yang bilang 10.000 rupiah/orang. Cukup murahlah, lagian kita juga berkunjung kesana jarang-jarang.

Sekitar jam 9-10’an akhirnya kita berangkat dari rumah di Rancamanyar berdua berboncengan menggunakan sepeda motor, maklum belum punya roda 4 bos, hehehe. Oh iya bagi yang belum tahu, Desa Rancamanyar itu berada di Kecamatan Baleendah kabupaten Bandung.

Rute perjalanan yang kita lewati adalah jalur alternatif via Arjasari yang nantinya tembus ke Lembur Awi. Kenapa kita melalui jalur ini, adalah karena supaya tidak memutar lagi ke Dayeuh Kolot.

Kalo sobat yang dari Bandung Via Jl. Mohammad Toha pasti bakalan lewat Dayeuh Kolot menuju Ciparay melalui Jl. Laswi. Sedangkan yang dari Bandung via Buah batu pasti lewat Bojong Soang, lurus lewat jl. Siliwangi, dan akhirnya masuk Jl. Laswi dan sampai ke Ciparay. Meski beda-beda awalnya, tapi nantinya tetap akan lewat Lembur Awi ⇒ Pacet ⇒ Cibeureum ⇒ Sampai deh ke Situ Cisanti. Jadi meski beda-beda start awalnya, kita anggap jalur ini adalah jalur Ciparay Aja ya, toh akhirnya ketemu juga di Lembur Awi hehehe.

Untuk rute lengkap baca disini: Rute Situ Cisanti

15.000 Rupiah / Orang Untuk Tiket Masuk Situ Cisanti

tempat bayar tiket masuk situ cisanti
Pos Pintu Masuk ke Situ Cisanti – Harga tiket masuk ke Situ Cisanti 15.000/orang

Setelah kira-kira 2-3 jam perjalanan, akhirnya kita sampai di Situ Cisanti jam 12 lewat. Jajaran pohon pinus tinggi menjulang menyambut kita dengan nyanyian desiran pohon yang tertiup angin. Di mulut pintu masuk Wana Wisata Situ Cisanti, kita bisa melihat plank yang bertuliskan ” Situs Petilasan Dipati Ukur Desa Tarumajaya Kec. Kertasari.

Turun dari motor, terlihat 2 bus ukuran 3/4 dan beberapa buah motor sudah terparkir. Tampaknya, ada rombongan yang sedang berkunjung ke sini. Meski begitu, suasana di Situ Cisanti tampak sepi dan hening jika dibandingkan Wana Wisata sejenis lainnya seperti Situ Cileunca yang ada di Pangalengan.

tiket masuk situ cisanti
Pemuda setempat bertugas menjaga pintu masuk ke Situ Cisanti

Setelah sebentar mengabadikan plank bertuliskan situs petilasan Dipati Ukur tadi, langsung deh jalan dikit menuju pos penjagaan dimana teman saya sudah menunggu. Disana sudah ada 1-2 orang yang menghampiri untuk memungut uang tiket masuk ke Situ Cisanti.

Setelah bertanya berapa harga tiket masuk untuk 2 orang, mereka menjawab 20.000 untuk dua orang. Ini artinya, harga tiketnya saat kita berkunjung adalah 10.000/orang. Lalu untuk parkir motornya, adalah 2.500/motor yang dibayar saat pulangnya.

Namun itu dulu, karena melihat beberapa sumber yang pergi ke situ Cisanti baru baru ini mereka meninformasikan bahwa saat ini tiket masuk Situ Cisanti adalah 15.000/orang, dan biaya parkir untuk motor 3.000 dan 8.000 untuk parkir mobil.

Kalo dilihat sepintas, sepertinya Akang-akang ini kelihatannya mungkin bukan petugas resmi dari Situ Cisanti, cuman membantu berjaga-jaga di pintu masuk Situ Cisanti yang sepi ini.

Menyusuri Anak Tangga Lalu Bilang “Situ Cisanti I’m Coming”

Turunan anak tangga menuju Situ Cisanti
Turunan anak tangga menuju Situ Cisanti

Setelah memakirkan motor, memandang ke sekeliling untuk melihat ada apa saja fasilitasnya. Sepintas, tidak terlalu banyak yang terlihat, yang tampak beberapa rumah bale yang terbuat dari bambu yang bernama Bale Sawala Wayang Windu, dan sebuah warung dengan beberapa orang pengunjung didalamnya.

Kita’pun berbegas menuju Situ Cisanti yang lokasinya sedikit agak kebawah. Menyusuri jalan selebar 1 m, akhirnya kitapun menemui anak tangga menurun yang membentuk huruf L. Setelah beberapa langkah menuruni anak tangga akhirrnyaaaa… taraaaa… ” Situ Cisanti I’m Coming “. Akhirnyaa Situ Cisantipun sudah mulai terlihat. Tampak mulut danau Situ Cisanti dengan pintu air di kedua sisinya. Kemudian dinding tembok bertuliskan Situ Cisanti berada didepannya.

Lebih turun kebawah akhirnya terlihatlah dengan jelas wajah asri dari danau Cisanti yang tenang. Wajah asli dari hulu sungai terbesar dan terpanjang di Jawa Barat, Sungai Citarum. Situ Cisanti adalah sebuah danau kecil yang kanan kirinya di kelilingi oleh pepohonan yang tinggi. Luasnya tidak lebih dari 10 hektar, dengan luas yang diairi adalah sekitar 7 hektar.

Sssstt…coba dengarkan, desiran pohon tertiup angin dan suara serangga tonggeret seakan tengah menyambut siapa saja tamu yang datang.

Berkeliling Situ Cisanti

Setelah mengambil beberapa video di mulut Cisanti sekarang waktunya berkeliling situ. Dari kejauhan sudah tampak beberapa pengunjung lain yang juga berjalan mengelilingi situ, dan beberapa orang lainnya yang sedang memancing.  Menurut info, kabarnya ikan-ikan disini cukup banyak. Selain ikan endemik seperti: mujaer, paray, dan bogo, juga ada jenis ikan lainnya yang sengaja ditebar di Situ Cisanti ini, seperti: ikan mas, nilem, dan juga nila.

Butuh 1 jam berkeliling Situ Cisanti dengan cara berjalan santai. Meski sedikit lelah, pemandangan yang asri penyemangat kami hingga bisa terus berjalan.

Oh iya, kaki gunung wayang yang dulu pernah gundulpun bisa terlihat jelas disini. Tak tampak perkebunan sayur yang menjadi sumber masalah dimasa lalu. Karena kabarnya, Situ Cisanti pernah susut airnya dan mata airnya’pun berhenti mengalir. Awalnya bermula karena adanya alih fungsi lahan dari yang asalnya hutan menjadi perkebunan. Pohon dibabat, dan tanahnya diolah ditanami sayur. Hasilnya, fungsi hidrologis hutan pun berkurang  dan Situ Cisanti pun kritis.

Anda bisa membaca cerita perjalanan Situ Cisanti yang pernah kritis tersebut disini: Perjalanan Situ Cisanti

Saat mengelilingi Situ Cisanti Anda’pun bisa melihat situs mata air pangsiraman. Namun sayangnya, tidak semua orang dapat masuk ke situs mata air yang konon keramat ini. Perlu ijin dan pendampingan dari kuncen penunggu mata air untuk bisa masuk kedalamnya. Jadi kalau tidak bisa masuk ya lihat depannya aja kalo gitu, heheheh.

Well, mudah-mudahan info ini bermanfaat yah. Tadinya admin mau nulis info tiket Situ Cisanti aja, ehh malah kepanjangan hingga sedikit review sekitar situ. Tapi gapapalah, itung-itung bonus info aja, hehehe. Akhir kata, semoga info mengenai Tiket Masuk Situ Cisanti ini bermanfaat untuk sobat traveler semua. Salam.

(Visited 61 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *