The Chocolate Hills di Filipina


The Chocolate Hills atau Bukit Coklat , Salah Satu keajaiban Alam di Filipina


hotel
hotel

indonetmedia


Ketika terlihat dari udara, tampak seperti butiran coklat yang terhampar

Chocolate hills


The Chocolate Hills adalah Fenomena geologi yang tidak biasa di provinsi Bohol, Filipina. Ada setidaknya 1.776 bukit yang tersebar di area seluas lebih dari 50 kilometer persegi. Chocolate hills sebenarnya berwarna hijau, tetapi ketika musim kemarau, bukit ini berubah menjadi warna coklat dan apabila dilihat dari udara tampak seperti butiran-butiran coklat yg terhampar.
The Chocolate Hills merupakan tempat wisata yang terkenal di Bohol. Tempat ini dimasukkan dalam daftar otoritas pariwisata Filipina dan tujuan wisata di Filipina. Tempat ini diusulkan untuk dimasukkan dalam daftar warisan dunia UNESCO.
Menurut Legenda masyarakat di Filipina, terbentuknya Chocolate Hills ini konon katanya adalah
“sebuah kota yang diganggu oleh kerbau raksasa, yang makan semua tanaman mereka. Akhirnya, warga kota mengambil semua makanan basi yang mereka miliki dan menempatkannya sedemikian rupa diantara tanaman tanaman mereka dengan harapan kerbau tidak akan memakan tanaman mereka lagi dan kalaupun dimakan lagi, maka mereka berharap makanan basipun ikut termakan oleh kerbau tersebut. Benar saja, kerbau itu makan, tapi perutnya tidak bisa menangani makanan basi yg di selipkan oleh penduduk, jadi si kerbau raksasa buang air besar, dan meninggalkan gundukan kotoran yang sangat besar, sampai  perutnya kosong dari makanan. Kotoran kemudian mengering dan akhirnya membentuk Chocolate Hills, hmmm ada ada aja ini cerita :D .

Satu lagi keunikan yang ada di Pulau Coklat ini yaitu Tarsier, Monyet Terkecil di Planet Bumi

Tarsius

Bohol juga mempunyai keunikan lain yang tak terlupakan – yaitu seekor monyet terkecil di dunia, tarsier Filipina. Binatang langka ini juga dapat ditemukan di pulau-pulau tetangga seperti Mindanao, satwa ini adalah primata yang terlihat lucu bermata besar tapi ukuran badannya tidak lebih besar dari kepalan tangan anak. Ditemukan bertengger di semak atau rumpun bambu kurang dari enam meter dari tanah, hidup tarsius tergantung pada serangga yang merupakan makanannya. Hebatnya,    sebagai mekanisme perlindungan, ia mampu memutar kepalanya hampir 360 derajat dan  monyet ini juga sangat tangkas.
Tarsius dapat dilihat di dalam dan sekitar Chocolate Hills. Namun mereka agak sulit untuk ditemukan. Pada 1980-an tarsius ini dinyatakan terancam punah, namun karena upaya konservasi pada tahun 1990 statusnya di jadikan satwa langka sebagai upaya mengurangi resiko perburuan yang lebih rendah.

Bagaimana menuju ke sana ?

Bohol bisa ditempuh selama 1 jam 15 menit dengan penerbangan atau 25 jam perjalanan menggunakan perahu dari Manila.
Atau, wisatawan dapat mengambil penerbangan 50 menit dari Manila ke Cebu, diikuti dengan transfer 30 menit ke pantai dan naik feri 2 jam untuk Bohol.




 

sekilas info

hotel


hotel


hotel


hotel


hotel


hotel



Sumber berita : msnbc.msn.com

Kembali ke HOMEPAGE

Baca Berita Lainnya di Sekilas Wisata


Jadilah Yang Pertama Diantara Teman-Teman Kamu Yang Mengetahui Berita ini, Share Segera Di Wall Facebook atau Twitter Kamu

Comments are closed.